Orn 3890 (1)

Pesantren Nurul Madany Wisuda Santri Angkatan ke 22

Pesantren Nurul Madany menggelar Wisuda Santri Kelas 6 Angkatan 22 Tahun Ajaran 2025/2026 pada Ahad (14/6/2026) di Gedung Serbaguna (GSG) Pandawa Pesantren Nurul Madany. Acara berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri Ketua Yayasan, Pimpinan dan Wakil Pimpinan Pesantren, Dewan Penyantun Drs. H. Dedi Miing Gumelar, dewan guru, wali santri, serta para tamu undangan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan prosesi wisuda dan pemberian penghargaan kepada santri berprestasi. Suasana syukur dan kebanggaan menyelimuti seluruh rangkaian acara.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Pesantren Nurul Madany, KH. Abdullah Al Hadad, menyampaikan khutbah wada’ yang berisi pesan mendalam tentang hakikat kehidupan.

“Hakikat hidup bukanlah sekadar mengejar kesuksesan duniawi, melainkan bagaimana setiap langkah yang kita tempuh bernilai ibadah dan membawa manfaat bagi sesama. Dunia adalah tempat beramal, sedangkan akhirat adalah tempat mempertanggungjawabkan setiap amal tersebut. Karena itu, jagalah ilmu, akhlak, dan kedekatan dengan Allah SWT di mana pun kalian berada,” pesan KH. Abdullah Al Hadad.

Beliau juga mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga identitas sebagai santri, menjunjung tinggi adab, serta terus mengembangkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren.

Sementara itu, Ketua Yayasan Podiumm, H. Agus Sutisna, berpesan kepada para wisudawan:

“Jadilah generasi Rabbani, generasi yang selalu menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai basis hidup dan menjalani kehidupan. Baik dalam dimensi keilmuan, amaliah, akhlak, dakwah, dan terutama akidah. Dalam akhlak misalnya, tidak usah mencari sosok lain untuk diteladani selain Kangjeng Nabi Muhammad SAW yang telah Allah nyatakan sebagai teladan paripurna. Dalam amal, harus selalu ingat, kalian memiliki tanggung jawab moral untuk selalu yad’una ilal khair, ya’muruna bil ma’ruf, dan nahyi munkar di tengah-tengah masyarakat.”

Pada kesempatan yang sama, Dewan Penyantun Pesantren Nurul Madany, Drs. H. Dedi Miing Gumelar, menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Santri harus menjadi generasi pembelajar yang tidak pernah berhenti menuntut ilmu, sekaligus mampu menjaga nilai-nilai akhlakul karimah dalam setiap aspek kehidupan,” ungkapnya.

Momen haru semakin terasa saat para santri menerima pengalungan medali sebagai simbol kelulusan. Tangis bahagia dan rasa bangga tampak dari para orang tua yang menyaksikan keberhasilan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan di Pesantren Nurul Madany.

Acara ditutup dengan tausyiah dan doa yang dipimpin oleh KH. Ridwanullah Bulqoeni, Guru Besar sekaligus Pimpinan Pesantren Nurul Hidayah Pusat. Dalam tausyiahnya, beliau mengajak para lulusan untuk terus istiqamah dalam beribadah, mencintai ilmu, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, Pesantren Nurul Madany secara resmi melepas Santri Kelas 6 Angkatan 22 untuk melanjutkan perjuangan pada jenjang pendidikan dan pengabdian berikutnya. Besar harapan agar para lulusan mampu menjadi generasi yang menebar rahmat, menginspirasi umat, dan mengharumkan nama almamater di berbagai bidang kehidupan. (pirieis)

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *