Bedah buku

SMP Nurul Madany Luncurkan Buku “Cerita yang Tak Pernah Diceritakan”

Semangat berkarya dan berliterasi mewarnai peringatan Milad ke 29 Yayasan Podiumm dan Milad ke 27 Pesantren Nurul Madany melalui peluncuran buku “Cerita yang Tak Pernah Diceritakan”, karya santri kelas IX SMP Nurul Madany. Kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Pandawa pada Kamis (11/06/2026) tersebut menjadi bukti nyata bahwa tradisi menulis terus tumbuh dan berkembang di lingkungan pesantren.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Ketua Yayasan, Pimpinan Pesantren, dewan guru, wali santri, tamu undangan, serta seluruh santri yang memberikan apresiasi atas terbitnya karya perdana para penulis muda Nurul Madany.

Buku tersebut merupakan kumpulan karya para santri kelas IX SMP Nurul Madany yang berisi beragam cerita keluarga, pengalaman, refleksi, dan gagasan yang lahir dari proses pembelajaran. Kehadiran buku ini menjadi bukti tumbuhnya budaya literasi di lingkungan pesantren.

Dalam sambutannya, KH. Abdullah Al Hadad selaku Pimpinan Pesantren Nurul Madany menyampaikan apresiasi kepada para santri yang telah berhasil menuangkan gagasan, pengalaman, dan refleksi mereka ke dalam sebuah karya tulis. Menurut beliau, budaya menulis merupakan bagian penting dari tradisi keilmuan yang harus terus tumbuh di lingkungan pesantren.

“Untuk para penulis, terima kasih karena telah memilih menulis ketika banyak orang memilih diam. Melalui setiap kata yang lahir dari pemikiran dan ketulusan, kalian telah meninggalkan jejak yang mungkin tak pernah kalian sadari betapa besar manfaatnya bagi orang lain,” pesan beliau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak memberikan apresiasi atas lahirnya karya literasi para santri.

“Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pesantren Nurul Madany yang terus mendorong penguatan literasi di lingkungan pendidikan. Kehadiran buku karya santri ini menunjukkan bahwa generasi muda kita memiliki potensi besar untuk menjadi penulis, pemikir, dan agen perubahan. Semoga karya ini menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berkarya dan mengembangkan budaya literasi,” ujarnya.

Peluncuran buku ditandai dengan penyerahan dan peresmian simbolis buku “Cerita yang Tak Pernah Diceritakan”. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Bincang Buku yang menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak dan Ketua Yayasan, perwakilan Santri Penulis dan guru pembimbing sebagai narasumber.

Dalam bincang buku tersebut, para narasumber menekankan pentingnya membangun budaya membaca dan menulis sejak dini serta mendorong para santri untuk terus menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pesantren Nurul Madany terus memperkuat tradisi literasi dan mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan melalui karya tulis yang inspiratif.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *